Créer jeu
Télécharger
Obtenir Plan Académique
Partager le jeu
Intégrez-le à votre plateforme

Vous pouvez intégrer le jeu dans un LMS compatible avec LTI 1.1 ou LTI 1.3 comme Canvas, Moodle ou Blackboard. Les scores seront ainsi automatiquement enregistrés dans le carnet de notes de la plateforme.
Télécharger
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Google Classroom avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Google Classroom, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Microsoft Teams avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Microsoft Teams, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Le téléchargement du jeu est une fonctionnalité exclusive pour les utilisateurs avec un Plan Académique ou un Plan Commercial.

Obtenez votre Plan Académique ou Plan Commercial dès maintenant et commencez à intégrer vos jeux dans votre LMS, votre site Web ou votre blog.

Si vous le souhaitez, vous pouvez télécharger une jeu de test ici et tester son intégration:

TEMUKAN PENYEBAB KU! DIABETES MELLITUS

Carte Interactive

Parties jouées 103 %Précision 0 Temps moyen 01:07

À propos de cette activité

pencegahan diabetes

Créé par

Indonesia

Téléchargez la version pour jouer sur papier

Créez votre propre jeu gratuite à partir de notre créateur de jeu
Affrontez vos amis pour voir qui obtient le meilleur score dans ce jeu

Top Jeux

%
Anonyme
Anonyme
%
%
%
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez imprimer avec votre Plan actuel.

Pour imprimer autant de jeux que vous le souhaitez, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Imprimez votre jeu
TEMUKAN PENYEBAB KU! DIABETES MELLITUS
 

TEMUKAN PENYEBAB KU! DIABETES MELLITUSVersion en ligne

pencegahan diabetes

par Rophinta Rohim
QR
1 DIABETES MELLITUS ADALAH
QR
2 Makan dan minuman manis / Junkfood
QR
3 Makanan Sehat
QR
4 Berolahraga
QR
5 malas bergerak
QR
6 Obesitas / Kegemukan
QR
7 Merokok
QR
8 Usia
QR
9 Stres
QR
10 Konsumsi Alkohol
QR
11 Darah Tinggi / Hipertensi
QR
12 Jenis Kelamin
QR
13 Riwayat Keluarga
QR
14 Kelola Stres
QR
15 Hindari rokok

Penjelasan

Diabetes Mellitus adalah penyakit yang terjadi ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan insulin dengan baik. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berfungsi membantu gula dari makanan masuk ke dalam sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Oleh karena itu, jika insulin terganggu, gula akan menumpuk dalam darah.

Makanan dan minuman manis atau cepat saji (junk food) dapat meningkatkan risiko diabetes karena mengandung banyak gula, kalori, dan lemak, tetapi rendah serat dan vitamin. Jika dikonsumsi terlalu sering, berat badan dapat meningkat dan kerja insulin menjadi kurang efektif sehingga kadar gula darah lebih mudah naik.

Makanan sehat penting untuk mencegah diabetes karena dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan menjaga berat badan tetap ideal. Konsumsi sayur, buah, protein, serta karbohidrat seperti nasi, kentang, jagung, dan gandum dapat membantu tubuh mengatur gula darah dengan baik sehingga risiko diabetes menjadi lebih rendah.

Aktivitas fisik atau olahraga itu penting untuk mencegah diabetes, karena waktu kita bergerak tubuh pakai gula darah sebagai energi. Jadi gula yang ada di darah bisa turun dan lebih terkontrol. Selain itu, rajin gerak juga bantu nurunin atau jaga berat badan biar tetap ideal, dan itu salah satu hal utama buat mencegah diabetes.

Kurang aktivitas fisik meningkatkan risiko diabetes. Saat tubuh jarang bergerak, kalori tidak terbakar dengan baik sehingga berat badan mudah naik dan kerja insulin menjadi kurang efektif. Akibatnya, kadar gula darah lebih mudah meningkat. Oleh karena itu, penting untuk rutin beraktivitas fisik atau berolahraga agar tubuh tetap sehat dan risiko diabetes dapat berkurang.

Kegemukan terjadi karena adanya penumpukan lemak dalam tubuh. Lemak ini dapat mengganggu kerja insulin sehingga tubuh menjadi kurang peka terhadap insulin. Akibatnya, gula darah tidak bisa masuk ke dalam sel dengan baik dan akhirnya menumpuk di dalam darah.

Merokok memasukkan banyak zat berbahaya ke dalam tubuh. Pada perokok, zat kimia yang dihirup oleh dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan sel dalam tubuh termasuk sel pankreas yang menghasilkan insulin. Zat ini bisa merusak pembuluh darah dan mengganggu kerja insulin, sehingga risiko diabetes jadi lebih tinggi.

Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh juga mulai menurun, termasuk kemampuan dalam mengatur gula darah. Selain itu, aktivitas fisik biasanya juga berkurang. Hal ini membuat risiko diabetes menjadi lebih tinggi pada usia yang lebih tua.

Stres tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga kondisi tubuh. Saat stres, tubuh akan mengeluarkan hormon yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, orang yang stres sering kali memiliki kebiasaan makan tidak teratur atau memilih makanan yang tidak sehat.

Minum alkohol secara berlebihan dapat mengganggu fungsi hati dan mengganggu kerja insulin (hormon yang mengatur gula darah dalam tubuh). Padahal hati memiliki peran penting dalam mengatur kadar gula darah. Jika fungsi ini terganggu, maka gula darah bisa menjadi tidak stabil dan meningkatkan risiko diabetes.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko diabetes karena membuat kerja insulin menjadi kurang efektif dalam mengontrol gula darah. Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes serta berbagai komplikasi kesehatan lainnya.

Jenis kelamin dapat memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes, terutama jika dikaitkan dengan hormon dan gaya hidup. Misalnya, pola aktivitas dan kebiasaan makan antara laki-laki dan perempuan bisa berbeda, sehingga memengaruhi tingkat risiko masing-masing.

Riwayat keluarga merupakan faktor yang tidak bisa diubah. Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki diabetes, maka kita juga memiliki risiko mengidap diabetes jika kita tidak memiliki pola hidup yang sehat. Hal ini terjadi karena adanya faktor keturunan. Oleh karena itu, orang dengan riwayat keluarga diabetes harus lebih menjaga pola hidup yang lebih sehat agar tidak ikut terkena.

Mengelola stres dengan baik, seperti dengan istirahat cukup, bercerita, atau melakukan aktivitas yang disukai, dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh. Dengan begitu, kadar gula darah tetap stabil dan risiko diabetes dapat dicegah.

Menghindari rokok berarti kita tidak memasukkan zat berbahaya ke dalam tubuh. Dengan tidak merokok, pembuluh darah tetap sehat dan kerja insulin tidak terganggu, sehingga risiko diabetes bisa dikurangi.

Voulez-vous vraiment quitter la page ?

En quittant la page, vous perdrez la progression du jeu.