Penjelasan
1
Tari saman merupakan salah satu tarian tradisional Aceh berasal dari suku Gayo yang dibawakan oleh Syekh Saman, seorang penyebar agama Islam di Aceh.Makna dari tarian ini adalah manusia merupakan makhluk sosial sehingga membutuhkan manusia lain
2
Tari Manang Tari yang juga disebut dengan Tari Balian ini adalah tari khas Dayak Kalimantan. Ini adalah tarian sakral yang umumnya dipentaskan pada upacara adat Balian atau Bemanang. Fungsi dari tarian ini adalah sebagai tarian penyembuhan. Lalu, apa tujuannya? Tujuannya adalah untuk menghilangkan pengaruh dari roh jahat yang dapat mengakibatkan timbulnya penyakit, sial, ataupun meninggal.
3
Tari Kecak merupakan salah satu seni tari nusantara terkenal yang berasal dari Bali. Seni tari ini biasanya dipertunjukkan secara massal oleh puluhan, bahkan ratusan penari laki-laki yang duduk secara melingkar.
4
Gerakan dalam tarian ini merupakan gambaran dari perempuan Gowa yang setia dan patuh pada suami dan laki-laki. Terdapat makna tersendiri pada tiap pola gerakan. Contohnya seperti gerakan penari berputar searah jarum jam. Gerakan ini mencerminkan siklus kehidupan manusia.
5
Tari Zapin memiliki beragam gerak yang lahir dari bentuk permainan yang menggunakan kaki. Dalam bahasa Arab, Zapin disebut sebagai al raqh wal zafn atau menari dengan kaki. Tari ini berkembang di Indonesia berbarengan dengan penyebaran agama Islam yang dibawa oleh pedagang Arab dari Hadramaut.
6
Jaipong merupakan tari tradisional yang terkenal sekaligus telah menjadi identitas kesenian Provinsi Jawa Barat. Dalam berbagai acara di Jawa Barat, tari jaipong tidak luput untuk dipentaskan. Salah satunya, tari ini berperan sebagai penyambut tamu penting dalam maupun luar negeri yang berkunjung.
7
Tari Kayau. Tarian yang berasal dari Suku Dayak Iban ini memiliki makna memotong kepala lawan atau musuh. Penari membawa mandau yang digerak-gerakan dengan cara dikayuh. Pesan yang ingin disampaikan dalam tarian ini adalah kejantanan, keberanian, dan kekuasaan yang dimiliki untuk melindungi rakyat dari serangan musuh.
8
Ganjur adalah bagian dari kesenian ritual yang hadir dalam Upacara Erau, sebuah serangkaian acara yang merupakan bagian dari acara Bepelas Sultan. Tarian ini memiliki keterkaitan erat dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, di mana para penari dan pemusiknya dipilih secara khusus, hanya dari kalangan laki-laki yang memiliki hubungan kekerabatan atau keturunan dengan kesultanan tersebut.
9
Reog Ponorogo memiliki satu ciri khas yakni penggunaan topeng yang sangat besar. Topeng ini mirip seperti Barongsai namun ukurannya lebih besar dengan berat 50 kg. ukurannya yang sangat berat dapat dengan mudah dibawa oleh penari dengan giginya.
10
Tari Sajojo adalah tari yang menjadi kebanggaan Papua Barat. Sebab tari ini mempunyai karakter yang sangat fleksibel. Dengan tanpa adanya unsur magis dan sakral pada tarian ini, membuat tari Sajojo sangat bebas ditampilkan pada acara manapun.
11
Tari Payung merupakan tari tradisional dari Minangkabau, Sumatera Barat. Penari dari tarian ini berjumlah 4 sampai 8 orang penari secara berpasang-pasangan. Tari Payung melambangkan simbol kasih sayang. Menurut kepercayaan masyarakat, payung merupakan wujud perlindungan dari hujan dan juga panasnya matahari.
12
Tari Caci berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya dari suku Manggarai, yang berada di Pulau Flores. Sejarah tari ini berkaitan erat dengan tradisi perang antar suku. Dulu, tari ini digunakan sebagai ritual persiapan sebelum peperangan, di mana para prajurit yang terlibat akan menunjukkan keberanian mereka melalui tarian yang penuh energi ini. Menurut cerita yang beredar, Tari Caci bermula dari sebuah cerita tentang keberanian dua kesatria yang bertarung menggunakan cambuk dan perisai.
13
Cakalele atau tarian perang. Tarian ini biasanya dibawakan secara beramai-ramai. Jumalah penarinya bisa mencapai 30 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dan mereka saling berpasangan. Celana berwarna merah menyimbolkan keberanian dari rakyat Maluku dalam menghadapi perang. Pedang atau parang pada tangan kanan menyimbolkan harga mati dari harga diri penduduk Maluku. Tameng (salawaku) menyimbolkan protes terhadap sistem pemerintahan yang tidak memihak kepada rakyat.
14
Tarian ini sangat populer dan berkembang di bawah Kesultanan Serdang yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai. Adapun jenis tarian ini ialah tari tradisional yang dimainkan sebagai tari pergaulan yang mengandung pesan mengenai perjalanan kisah anak muda dalam mencari jodohnya.
15
Tari Sekapur Sirih yang biasa disebut juga tari persembahan menjadi pembuka salah satu tarian dari Bengkulu. Sama seperti dengan namanya, tari ini biasa digunakan untuk menyambut tamu. Dahulu, tari ini digunakan untuk penyambutan raja atau pangeran.
16
Tari Saureka–reka merupakan tarian tradisional yang mirip dengan permainan Engklek.Yang membedakan tarian dengan permainan engklek yaitu pada gerakannya. Pemain engklek harus melompat dan tidak boleh menginjak garis gambar.
Sedangkan pada tarian Saureka-reka penari harus melompat menari mengikuti dan menghindari hentakan gaba-gaba. Penari ditunjuk untuk kelincahan kaki dan fokus pada dirinya dan penari lainnya. Tarian ini biasanya dibawakan oleh 8 orang penari.
17
Tari Maengket. Sebuah tarian yang datang dari Manado ini mempunyai arti mengangkat tumit dengan gerakan turun naik. Tarian ini mempunyai 3 tahapan yang di mulai dari Maowey Kamberu, Marambak dan Lalayaan. Setiap tahapan mempunyai makna yang berbeda yakni rasa syukur, semangat saling tolong-menolong, lalu lambang pemuda Minahasa yang tengah mencari jodoh.
18
Tari piring dua belas ini berasal dari sekala Bekhak dan merupakan tari tradisional yang erat kaitannya dengan gawi adat masyarakat Lampung yang beradat saibatin. Tarian ini bermakna tarian sang ratu yang digunakan ketika menyambut para Ulu Balak yang pulang dari medan Perang. Ratu kemudian menyuguhkan tarian kepada Ulu Balak untuk menunjukkan rasa gembira