Créer jeu
Télécharger
Obtenir Plan Académique
Partager le jeu
Carte Interactive
Carte Interactive

MAP AMERIKA SELATAN

Intégrez-le à votre plateforme

Vous pouvez intégrer le jeu dans un LMS compatible avec LTI 1.1 ou LTI 1.3 comme Canvas, Moodle ou Blackboard. Les scores seront ainsi automatiquement enregistrés dans le carnet de notes de la plateforme.
Télécharger
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Google Classroom avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Google Classroom, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Microsoft Teams avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Microsoft Teams, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Le téléchargement du jeu est une fonctionnalité exclusive pour les utilisateurs avec un Plan Académique ou un Plan Commercial.

Obtenez votre Plan Académique ou Plan Commercial dès maintenant et commencez à intégrer vos jeux dans votre LMS, votre site Web ou votre blog.

Si vous le souhaitez, vous pouvez télécharger une jeu de test ici et tester son intégration:

MAP AMERIKA SELATAN

Carte Interactive

Parties jouées 0

À propos de cette activité

NURTASYA SYAIRA

Créé par

Indonesia

Téléchargez la version pour jouer sur papier

Créez votre propre jeu gratuite à partir de notre créateur de jeu
Affrontez vos amis pour voir qui obtient le meilleur score dans ce jeu

Top Jeux

%
Anonyme
Anonyme
%
%
%
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez imprimer avec votre Plan actuel.

Pour imprimer autant de jeux que vous le souhaitez, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Imprimez votre jeu
MAP AMERIKA SELATAN
 

MAP AMERIKA SELATANVersion en ligne

NURTASYA SYAIRA

par GYSUB BSKJB
1 NEGARA 1 2 NEGARA 2 3 NEGARA 3 4 NEGARA 4 5 NEGARA 5 6 NEGARA 6 7 NEGARA 7 8 NEGARA 8 9 NEGARA 9 10 NEGARA 10 11 NEGARA 11 12 NEGARA 12 13 NEGARA 13

Explanation

Brasil dengan kondisi geografis yang sangat beragam, mencakup hutan hujan Amazon, dataran tinggi, dan garis pantai panjang. Iklimnya tropis dan subtropis, dengan curah hujan tinggi di wilayah utara. Secara sosial, Brasil memiliki penduduk lebih dari 200 juta jiwa yang berasal dari berbagai latar belakang etnis, termasuk keturunan Eropa, Afrika, dan penduduk asli. Brasil dikenal karena kehidupan masyarakatnya yang dinamis, namun juga menghadapi masalah kesenjangan sosial, kemiskinan, dan kriminalitas di kota besar. Dalam bidang ekonomi, Brasil merupakan negara industri dan pertanian besar, dengan ekspor utama seperti kopi, kedelai, daging, dan bijih besi. Meski ekonominya cukup kuat, Brasil juga mengalami tantangan seperti inflasi, pengangguran, dan korupsi. Budaya Brasil sangat beragam, dengan bahasa Portugis sebagai bahasa utama, serta pengaruh Afrika dan Eropa dalam musik, tarian, makanan, dan perayaan seperti Carnaval. Sepak bola juga menjadi bagian penting dari identitas nasional.

Peru dengan kondisi fisik yang sangat beragam, mulai dari Pegunungan Andes yang membentang di tengah negara, hutan hujan Amazon di timur, hingga wilayah pesisir yang kering di barat. Iklimnya bervariasi tergantung ketinggian dan lokasi, dari tropis lembap hingga kering dan dingin di pegunungan. Secara sosial, Peru memiliki penduduk lebih dari 30 juta jiwa dengan keragaman etnis, termasuk keturunan suku asli seperti Quechua dan Aymara, serta campuran Eropa. Kesenjangan sosial masih menjadi tantangan, terutama antara daerah pedesaan dan perkotaan. Ekonomi Peru berbasis pada sektor pertambangan, pertanian, dan pariwisata, dengan ekspor utama berupa tembaga, emas, perak, dan kopi. Negara ini berkembang pesat, namun menghadapi tantangan berupa kemiskinan dan ketimpangan pembangunan. Budaya Peru dipengaruhi oleh warisan Inka serta kolonial Spanyol, yang terlihat dalam tradisi, arsitektur, musik, dan kulinernya. Machu Picchu adalah simbol kebanggaan budaya nasional.

Bolivia adalah negara pedalaman di Amerika Selatan dengan kondisi fisik beragam, dari Pegunungan Andes, dataran tinggi Altiplano, hingga hutan hujan Amazon. Iklimnya bervariasi, dari dingin di pegunungan hingga lembap di dataran rendah. Penduduknya sekitar 12 juta jiwa, dengan mayoritas berasal dari suku Quechua dan Aymara. Budaya tradisional masih sangat kuat. Bolivia menghadapi tantangan dalam pendidikan, kesehatan, dan kesenjangan sosial antara kota dan desa. Secara ekonomi, Bolivia kaya akan sumber daya alam seperti gas, timah, dan litium, namun masih bergantung pada ekspor. Budaya Bolivia tercermin dalam pakaian adat, musik, tari, dan festival seperti Carnaval de Oruro.

Paraguay adalah negara pedalaman di Amerika Selatan yang dibelah Sungai Paraguay menjadi dua wilayah: Región Oriental yang subur dan Región Occidental (Chaco) yang kering. Iklimnya tropis hingga subtropis. Penduduknya sekitar 7 juta jiwa, mayoritas keturunan campuran Eropa dan suku Guarani. Bahasa resmi adalah Spanyol dan Guarani, keduanya digunakan luas. Ekonomi Paraguay bertumpu pada pertanian, peternakan, dan energi air, terutama dari Bendungan Itaipu. Negara ini mengekspor kedelai, daging, dan listrik. Meski ekonominya tumbuh, tantangan seperti kemiskinan dan ketimpangan masih ada. Budaya Paraguay kaya akan tradisi musik harpa, tari, bordir ñandutí, dan perayaan keagamaan. Selain itu, gaya hidup masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh nilai kekeluargaan, komunitas, dan tradisi adat, yang diwariskan turun-temurun dan tetap dijaga dengan kuat di pedesaan maupun kota.

Chile membentang di sepanjang pantai barat Amerika Selatan, dari gurun Atacama di utara hingga wilayah kutub di selatan. Kondisi fisiknya mencakup gurun, lembah, pegunungan Andes, hutan, dan gletser. Iklimnya bervariasi, dari kering di utara hingga dingin dan basah di selatan. Penduduk Chile berjumlah sekitar 19 juta jiwa, mayoritas keturunan Eropa, terutama Spanyol, serta sejumlah kecil penduduk asli seperti Mapuche. Secara sosial, Chile memiliki pendidikan dan layanan kesehatan yang relatif tinggi dibanding negara tetangga, meskipun masih ada kesenjangan ekonomi. Ekonominya kuat di bidang pertambangan, terutama tembaga, serta pertanian, perikanan, dan ekspor anggur. Chile juga tergolong stabil secara politik dan menjadi salah satu negara dengan indeks pembangunan manusia tertinggi di Amerika Latin. Budaya Chile merupakan perpaduan tradisi asli dan pengaruh kolonial, terlihat dalam musik, tari cueca, festival rakyat, serta sastra yang melahirkan tokoh dunia seperti Pablo Neruda.

Argentina memiliki bentang alam yang beragam, mulai dari Pegunungan Andes di barat, dataran rendah Pampas yang subur,.wilayah Patagonia di selatan. Iklimnya bervariasi dari subtropis di utara hingga subpolar di selatan. Negara kaya sumber daya alam dan memiliki lahan pertanian luas yang menjadi ekonomi utama. Argentina dikenal sebagai pengekspor utama daging sapi, gandum, dan produk pertanian lainnya. Penduduknya sekitar 46 juta jiwa, mayoritas keturunan Eropa, terutama Spanyol dan Italia. Tingkat pendidikan tinggi, dan kota seperti Buenos Aires menjadi pusat budaya, seni, dan politik. Secara sosial, Argentina memiliki kehidupan perkotaan modern, meski masih menghadapi tantangan ekonomi seperti inflasi, utang luar negeri. Budaya Argentina sangat kaya, dengan musik tango yang mendunia, masakan khas seperti asado, serta kecintaan mendalam terhadap sepak bola. Identitas nasionalnya kuat, dengan warisan seni, sastra, dan tradisi yang terus hidup di tengah masyarakatnya.

Uruguay adalah negara kecil di Amerika Selatan yang terletak di antara Brasil dan Argentina, dengan wilayah berupa dataran rendah dan perbukitan hijau. Iklimnya sedang, dengan empat musim yang seimbang. Penduduknya sekitar 3,5 juta jiwa, mayoritas keturunan Eropa, terutama Spanyol dan Italia. Negara ini dikenal karena stabilitas politik, tingkat pendidikan tinggi, dan sistem kesehatan yang baik. Ekonomi Uruguay didukung oleh pertanian, peternakan, energi terbarukan, dan jasa. Produk ekspor utamanya adalah daging, susu, dan kedelai. Uruguay memiliki tingkat kemiskinan rendah dan indeks pembangunan manusia yang tinggi. Budayanya merupakan perpaduan tradisi Eropa dan lokal, dengan musik seperti candombe dan tango, serta tradisi minum mate dan makan asado. Festival seperti Carnaval menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Uruguay juga dikenal karena komitmennya terhadap demokrasi, hak asasi manusia, dan perlindungan lingkungan.

Ecuador negara kecil di barat laut Amerika Selatan yang dilintasi garis khatulistiwa, dengan kondisi fisik .Wilayahnya terdiri dari pantai Pasifik, Pegunungan Andes, hutan hujan Amazon, dan Kepulauan Galápagos yang terkenal. Iklimnya bervariasi, dari tropis di dataran rendah hingga sejuk di pegunungan. Penduduknya sekitar 18 juta jiwa, mayoritas merupakan campuran keturunan Eropa dan pribumi, dengan kelompok etnis asli seperti Quechua masih mempertahankan budaya dan bahasa mereka. Secara sosial, Ecuador memiliki kesenjangan antara daerah urban dan rural, akses pendidikan dan kesehatan terus ditingkatkan. Ekonominya bergantung pada minyak bumi, pertanian, perikanan, dan pariwisata, terutama dari Galápagos. Meski Maju, negara ini masih menghadapi tantangan ekonomi dan ketimpangan sosial. Budaya Ecuador kaya tradisi lokal, musik rakyat, tarian, serta festival keagamaan dan adat.

Kolombia memiliki bentang alam yang sangat beragam, mulai dari pantai Karibia dan Pasifik, Pegunungan Andes, hutan hujan Amazon, hingga dataran rendah di timur. Iklimnya bervariasi, dari tropis di pesisir hingga sejuk di dataran tinggi seperti Bogotá, ibu kotanya. Penduduk Kolombia berjumlah sekitar 52 juta jiwa, terdiri dari campuran etnis Eropa, pribumi, Afrika, dan mestizo. Secara sosial, Kolombia telah mengalami kemajuan dalam pendidikan dan kesehatan, meskipun tantangan seperti kemiskinan dan ketimpangan masih ada di beberapa wilayah. Ekonomi Kolombia bergantung pada ekspor minyak, kopi, bunga, batu bara, dan produk pertanian lainnya. Industri pariwisata juga tumbuh pesat berkat keindahan alam dan kekayaan budaya. Budaya Kolombia sangat berwarna, mencakup musik tradisional seperti cumbia dan vallenato, serta festival seperti Carnaval de Barranquilla. Kolombia dikenal pula dengan warisan kuliner khas dan seni sastra, seperti karya Gabriel García Márquez yang mendunia.

Venezuela adalah negara yang terletak di bagian utara Amerika Selatan, dengan kondisi fisik yang sangat beragam, mulai dari pantai Karibia, dataran rendah Orinoco, Pegunungan Andes, hingga hutan hujan Amazon. Iklimnya umumnya tropis, dengan suhu panas dan lembap di sebagian besar wilayah. Penduduknya sekitar 28 juta jiwa, mayoritas merupakan campuran keturunan Eropa, pribumi, dan Afrika. Secara sosial, Venezuela memiliki warisan budaya yang kaya, namun beberapa dekade terakhir diwarnai oleh krisis politik dan ekonomi yang berdampak besar pada kualitas hidup masyarakat. Ekonomi Venezuela sangat bergantung pada minyak bumi, yang menjadi sumber pendapatan utama negara. Namun, penurunan produksi dan sanksi internasional menyebabkan hiperinflasi, kelangkaan barang, dan migrasi besar-besaran. Meski begitu, budaya Venezuela tetap hidup, tercermin dalam musik joropo, tarian, seni rakyat, serta festival religius dan nasional. Masyarakatnya dikenal ramah dan bersemangat,

Guyana adalah negara kecil di pantai utara Amerika Selatan, berbatasan dengan Venezuela, Brasil, dan Suriname. Wilayahnya didominasi oleh hutan hujan tropis, dataran rendah, dan sungai-sungai besar seperti Essequibo. Iklimnya tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Penduduknya sekitar 800 ribu jiwa, terdiri dari berbagai kelompok etnis, termasuk keturunan India, Afrika, Amerindian, dan Eropa. Secara sosial, Guyana multikultural, dengan bahasa resmi Inggris dan keragaman agama serta budaya yang tinggi. Ekonomi Guyana awalnya berbasis pertanian, bauksit, dan gula, namun belakangan ini tumbuh pesat karena penemuan cadangan minyak lepas pantai. Meski demikian, negara ini masih menghadapi tantangan infrastruktur dan ketimpangan. Budaya Guyana mencerminkan perpaduan warisan India, Afrika, dan pribumi, terlihat dalam musik, tarian, kuliner, dan perayaan seperti Phagwah.

Suriname adalah negara kecil di pesisir utara Amerika Selatan, berbatasan dengan Guyana, Brasil, dan Guyana Prancis. Kondisi fisiknya didominasi oleh hutan hujan tropis yang lebat, sungai-sungai besar seperti Sungai Suriname, serta dataran rendah di bagian pesisir. Iklimnya tropis, panas dan lembap sepanjang tahun dengan curah hujan tinggi. Penduduk Suriname sekitar 600 ribu jiwa, sangat beragam secara etnis, terdiri dari keturunan India, Jawa, Afrika, Tionghoa, pribumi, dan Eropa. Bahasa resmi adalah Belanda, namun banyak bahasa lokal juga digunakan. Secara sosial, Suriname terkenal akan kerukunan antaragama dan antarbudaya. Ekonominya bertumpu pada pertambangan emas, bauksit, dan minyak, serta sektor kehutanan dan pertanian. Meski memiliki sumber daya alam yang melimpah, Suriname menghadapi tantangan ekonomi dan ketergantungan pada ekspor. Budaya Suriname mencerminkan keberagaman etnisnya, terlihat dalam musik kaseko, tarian tradisional, masakan multikultural.

Guyana Prancis adalah wilayah seberang laut milik Prancis yang terletak di pantai timur laut Amerika Selatan, berbatasan dengan Suriname di barat, Brasil di selatan dan timur, serta Samudra Atlantik di utara. Wilayah ini didominasi oleh hutan hujan tropis lebat dan sungai-sungai besar seperti Sungai Maroni. Iklimnya tropis dengan suhu panas dan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Penduduknya sekitar 300 ribu jiwa, terdiri dari beragam etnis seperti Kreol, pribumi Amerindian, keturunan Afrika, Asia, dan Eropa. Bahasa resmi adalah Prancis, dan wilayah ini juga merupakan bagian dari Uni Eropa. Secara ekonomi, Guyana Prancis bergantung pada bantuan dari pemerintah Prancis, namun juga memiliki sektor penting seperti perikanan, pertambangan emas, serta pusat peluncuran roket antariksa milik Eropa di Kourou. Budayanya kaya dan beragam, mencerminkan pengaruh Prancis serta tradisi lokal dan Afrika, terlihat dalam musik, tari, kuliner, dan perayaan seperti karnaval tahunan yang meriah.

Voulez-vous vraiment quitter la page ?

En quittant la page, vous perdrez la progression du jeu.