Créer jeu
Télécharger
Obtenir Plan Académique
Partager le jeu
Présentation
Présentation

TEKS EKSPLANASI

Intégrez-le à votre plateforme

Vous pouvez intégrer le jeu dans un LMS compatible avec LTI 1.1 ou LTI 1.3 comme Canvas, Moodle ou Blackboard. Les scores seront ainsi automatiquement enregistrés dans le carnet de notes de la plateforme.
Télécharger
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Google Classroom avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Google Classroom, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Microsoft Teams avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Microsoft Teams, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Le téléchargement du jeu est une fonctionnalité exclusive pour les utilisateurs avec un Plan Académique ou un Plan Commercial.

Obtenez votre Plan Académique ou Plan Commercial dès maintenant et commencez à intégrer vos jeux dans votre LMS, votre site Web ou votre blog.

Si vous le souhaitez, vous pouvez télécharger une jeu de test ici et tester son intégration:

TEKS EKSPLANASI

Présentation

Parties jouées 6

À propos de cette activité

Contoh Teks Eksplanasi Bermuatan Norma Budaya

Créé par

Indonesia

Téléchargez la version pour jouer sur papier

Créez votre propre jeu gratuite à partir de notre créateur de jeu
Affrontez vos amis pour voir qui obtient le meilleur score dans ce jeu

Top Jeux

%
Anonyme
Anonyme
%
%
%
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez imprimer avec votre Plan actuel.

Pour imprimer autant de jeux que vous le souhaitez, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Imprimez votre jeu
TEKS EKSPLANASI
 

TEKS EKSPLANASIVersion en ligne

Contoh Teks Eksplanasi Bermuatan Norma Budaya

par KHOIRUNNISA NASUTION
1

TEKS EKSPLANASI

Teks eksplanasi adalah teks yang bertujuan untuk menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena, baik fenomena alam, sosial, budaya, maupun ilmiah, secara logis dan sistematis. Teks ini memaparkan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi berdasarkan hubungan sebab–akibat atau urutan proses.

Contohnya:

  1. Proses Terjadinya Hujan
  2. Penyebab Terjadinya Banjir
  3. Terjadinya Pelangi di Langit
  4. Proses Terbentuknya Gunung Api
  5. Mengapa Terjadi Gempa Bumi
  6. Pentingnya Sopan Santun dalam Kehidupan Sekolah
  7. Proses Terjadinya Kemacetan Lalu Lintas
  8. Cara Terjadinya Pencemaran Lingkungan
  9. Mengapa Kita Harus Menjaga Kebersihan Lingkungan
  10. Peran Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat


Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, teks eksplanasi berfungsi untuk membantu peserta didik memahami suatu peristiwa secara rasional serta melatih kemampuan berpikir kritis melalui penyajian informasi yang faktual dan objektif.

2

STRUKTUR TEKS EKSPLANASI

Struktur Teks Eksplanasi

Struktur teks eksplanasi terdiri atas tiga bagian utama, yaitu sebagai berikut:

1. Pernyataan Umum

Bagian ini berisi gambaran awal atau pengenalan fenomena yang akan dibahas. Pernyataan umum menjelaskan apa peristiwa yang terjadi dan memberikan konteks agar pembaca memahami topik secara umum.

2. Deretan Penjelas

Deretan penjelas merupakan bagian inti teks eksplanasi yang berisi penjelasan rinci mengenai proses terjadinya fenomena. Penjelasan disusun secara kronologis atau sebab–akibat, sehingga hubungan antarperistiwa dapat dipahami dengan jelas.

3. Penutup (Interpretasi)

Penutup berisi simpulan, interpretasi, atau pandangan akhir penulis terhadap fenomena yang dibahas. Bagian ini bersifat opsional, namun berfungsi untuk menegaskan kembali informasi utama atau memberikan makna dari peristiwa tersebut.

3

CONTOH TEKS EKSPLANASI BERMUATAN NORMA BUDAYA

Peran Sikap Sopan Santun di Sekolah

Pernyataan Umum

Sikap sopan santun di sekolah merupakan bagian dari norma budaya yang harus diterapkan oleh seluruh warga sekolah. Sopan santun mencerminkan perilaku menghormati guru, teman, dan lingkungan sekolah sehingga tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan harmonis. Penerapan sikap ini menjadi dasar pembentukan karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Deretan Penjelas

Sikap sopan santun di sekolah ditunjukkan melalui berbagai perilaku sederhana namun bermakna. Peserta didik membiasakan mengucapkan salam ketika bertemu guru dan teman, berbicara dengan bahasa yang santun, serta mendengarkan penjelasan guru dengan penuh perhatian. Selain itu, peserta didik menunjukkan rasa hormat dengan meminta izin saat bertanya atau meninggalkan kelas.

Sopan santun juga tercermin dalam interaksi antar teman, seperti tidak mengejek, tidak berkata kasar, serta saling menghargai perbedaan pendapat. Dalam lingkungan sekolah, peserta didik diajarkan untuk menjaga kebersihan kelas, menaati peraturan sekolah, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Perilaku tersebut menunjukkan kepedulian dan kesadaran akan norma budaya yang berlaku.

Penerapan sikap sopan santun dipengaruhi oleh pembiasaan sejak dini, keteladanan guru, serta dukungan lingkungan sekolah. Melalui pembelajaran dan contoh nyata, peserta didik memahami bahwa sopan santun bukan hanya aturan, tetapi nilai budaya yang harus dijaga bersama.

Penutup

Dengan menerapkan sikap sopan santun di sekolah, peserta didik dapat menciptakan hubungan yang baik dengan guru dan teman. Sikap ini membantu membangun karakter yang berakhlak mulia dan mencerminkan nilai-nilai budaya bangsa. Oleh karena itu, sopan santun perlu diterapkan secara konsisten dalam setiap kegiatan di lingkungan sekolah.

4

RUBRIK PENILAIAN


Rubrik penilaian kemampuan menulis bermuatan norma budaya ini terdiri atas lima aspek utama, yaitu kesesuaian struktur teks, muatan norma budaya, ketepatan penggunaan bahasa dan kosakata, kerapian serta ketepatan ejaan dan tanda baca, serta kreativitas dan orisinalitas tulisan.

Aspek kesesuaian struktur teks menilai kemampuan peserta didik dalam menyusun teks sesuai dengan kaidah teks eksplanasi, yang meliputi pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup. Penilaian difokuskan pada kelengkapan struktur dan keterurutan antarbagian sehingga gagasan disampaikan secara logis dan mudah dipahami.

Aspek muatan norma budaya menilai sejauh mana nilai-nilai budaya, khususnya sikap sopan santun, tercermin dalam isi tulisan. Peserta didik diharapkan mampu memasukkan perilaku menghormati, menggunakan bahasa santun, serta menunjukkan sikap positif dalam konteks kehidupan sekolah. Aspek ini penting karena menulis tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga menanamkan nilai karakter.

Aspek ketepatan penggunaan bahasa dan kosakata menilai kemampuan peserta didik dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penilaian mencakup pemilihan kata yang tepat, kejelasan kalimat, serta kesesuaian kosakata dengan tingkat perkembangan peserta didik. Bahasa yang digunakan diharapkan komunikatif dan mudah dipahami oleh pembaca.

Aspek kerapian serta ketepatan ejaan dan tanda baca menilai ketelitian peserta didik dalam menulis. Penilaian difokuskan pada penggunaan huruf kapital, tanda baca, serta kerapian tulisan secara keseluruhan. Aspek ini mencerminkan sikap disiplin dan tanggung jawab peserta didik terhadap hasil karyanya.

Aspek terakhir, yaitu kreativitas dan orisinalitas tulisan, menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan ide secara mandiri dan kreatif. Tulisan yang baik tidak hanya benar secara struktur dan bahasa, tetapi juga menunjukkan keunikan gagasan, contoh yang relevan, serta tidak meniru karya orang lain.

Dengan menggunakan rubrik penilaian ini, guru dapat memberikan penilaian secara menyeluruh terhadap kemampuan menulis peserta didik. Rubrik ini juga membantu peserta didik memahami kriteria keberhasilan dalam menulis teks eksplanasi bermuatan norma budaya, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan bermakna.

Voulez-vous vraiment quitter la page ?

En quittant la page, vous perdrez la progression du jeu.