Créer jeu
Télécharger
Obtenir Plan Académique
Partager le jeu
Intégrez-le à votre plateforme

Vous pouvez intégrer le jeu dans un LMS compatible avec LTI 1.1 ou LTI 1.3 comme Canvas, Moodle ou Blackboard. Les scores seront ainsi automatiquement enregistrés dans le carnet de notes de la plateforme.
Télécharger
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Google Classroom avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Google Classroom, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Microsoft Teams avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Microsoft Teams, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Le téléchargement du jeu est une fonctionnalité exclusive pour les utilisateurs avec un Plan Académique ou un Plan Commercial.

Obtenez votre Plan Académique ou Plan Commercial dès maintenant et commencez à intégrer vos jeux dans votre LMS, votre site Web ou votre blog.

Si vous le souhaitez, vous pouvez télécharger une jeu de test ici et tester son intégration:

Teka-Teki Teks Rekon

Oui ou Non

Parties jouées 163

À propos de cette activité

Fakta, opini, atau asumsi soal teks rekon.

Créé par

Indonesia
Ce jeu est une version de

Téléchargez la version pour jouer sur papier

Créez votre propre jeu gratuite à partir de notre créateur de jeu
Affrontez vos amis pour voir qui obtient le meilleur score dans ce jeu

Top Jeux

%
Anonyme
Anonyme
%
%
%
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez imprimer avec votre Plan actuel.

Pour imprimer autant de jeux que vous le souhaitez, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Imprimez votre jeu
Teka-Teki Teks Rekon
 

Teka-Teki Teks RekonVersion en ligne

Fakta, opini, atau asumsi soal teks rekon.

par Islami Ikhsana
1

Teks Rekon harus menggunakan Simple Present Tense karena fungsinya menceritakan kembali peristiwa yang sudah terjadi.

2

Dalam Teks Rekon, penulis sering menggunakan Asumsi untuk mengisi kekosongan informasi tentang motivasi, pikiran, atau perasaan orang lain dalam cerita.

3

Pernyataan: 'Dia sangat ramah dan murah senyum, itu fakta yang tidak bisa dibantah,' adalah contoh kalimat yang mengandung Fakta.

4

Sebuah Asumsi dapat berubah menjadi Opini jika Asumsi tersebut mengandung penilaian atau pandangan subjektif terhadap suatu objek.

5

Opini harus selalu disertai dengan kata keterangan modalitas seperti 'mungkin', 'sepertinya', atau 'agaknya'.

6

Struktur Teks Rekon yang ideal hanya memuat bagian Events (urutan kejadian) dan harus menghilangkan bagian Orientasi dan Reorientasi agar lebih fokus.

7

Ketika sebuah kalimat diawali dengan frasa 'Saya pikir' atau 'Menurut saya', kalimat tersebut sudah pasti merupakan Opini.

8

Ungkapan yang mengandung perbandingan atau metafora (misalnya: 'Suaranya seindah alunan musik') selalu dikategorikan sebagai Opini karena melibatkan penilaian estetika atau subjektif.

9

Pernyataan yang mengandung Opini dan Asumsi tidak boleh dicampur dalam satu paragraf dengan Fakta dalam Teks Rekon, karena akan merusak objektivitas teks.

10

Meskipun sebuah teks rekon bertujuan menceritakan kejadian nyata, penulisnya diperbolehkan menyisipkan opini atau kesan pribadi pada bagian Reorientasi.

11

Tujuan Opini dalam sebuah teks adalah untuk membagi pandangan, perasaan, atau penilaian subjektif penulis kepada pembaca.

12

Asumsi adalah jenis pernyataan yang kebenarannya telah diverifikasi namun belum diumumkan secara resmi kepada publik.

13

Semua perkiraan atau prediksi mengenai masa depan, seperti 'ekonomi global akan membaik tahun depan,' secara otomatis dikategorikan sebagai asumsi.

14

Sebuah Fakta harus bersifat stabil dan tidak dapat berubah seiring berjalannya waktu atau penemuan baru.

15

Perbedaan utama antara Fakta dan Opini terletak pada kemampuan untuk membuktikan pernyataan tersebut secara objektif.

16

Jika sebuah kalimat mengandung angka statistik (data kuantitatif) yang bersumber dari lembaga resmi, maka kalimat tersebut hampir pasti adalah fakta.

17

Setiap kalimat yang merupakan prediksi masa depan yang dibuat oleh lembaga pemerintah harus diklasifikasikan sebagai Fakta.

18

Asumsi adalah dugaan yang dianggap benar sebagai dasar untuk berpikir atau bertindak, meskipun belum ada bukti pasti yang memverifikasinya.

19

Kalimat yang mengandung tanggal, waktu, dan tempat kejadian yang spesifik (misalnya: 17 Agustus 1945 di Jakarta) adalah ciri utama dari sebuah Fakta.

20

Opini yang dikeluarkan oleh seorang ahli (pakar) di bidang tertentu dapat dianggap sebagai Fakta.

21

Fakta selalu menyajikan informasi yang bersifat umum dan tidak memerlukan bukti spesifik untuk memverifikasi kebenarannya.

22

Semua pernyataan yang diawali dengan frasa 'Berdasarkan data yang terkumpul' otomatis merupakan Fakta yang tak terbantahkan.

23

Bagian 'Orientasi' dalam Teks Rekon berfungsi untuk merangkum semua kejadian penting yang akan diceritakan.

24

Urutan kejadian (Events) dalam Teks Rekon selalu disusun berdasarkan kronologi waktu yang tepat dari awal hingga akhir.

25

Dalam konteks Teks Rekon Faktual (misalnya, laporan polisi), bagian Reorientasi hanya boleh berisi kesimpulan yang berupa Fakta, bukan Opini atau Asumsi.

26

Pernyataan: 'Sebelas dari dua belas turis yang datang ke desa itu berasal dari Asia Tenggara,' merupakan contoh opini karena terdapat angka yang membandingkan.

27

Penggunaan kata-kata sifat penilaian seperti terbaik, terindah, paling enak, dalam suatu kalimat merupakan indikasi kuat bahwa kalimat tersebut adalah opini.

28

Jika sebuah pernyataan didukung oleh mayoritas orang, maka pernyataan tersebut otomatis berubah status menjadi Fakta.

29

Kalimat yang merupakan fakta harus selalu dapat dibuktikan kebenarannya dengan data yang bersifat objektif, terverifikasi, atau telah terjadi.

30

Kalimat: 'Dia pasti marah karena dia tidak mengirim pesan balasan,' adalah contoh Asumsi, bukan Opini atau Fakta.

31

Pernyataan: 'Aku merasa sangat kecewa dan sedih dengan hasil pertandingan kemarin,' termasuk dalam kategori Fakta karena itu adalah perasaan nyata yang dialami oleh penulis.

32

Pernyataan: 'Menurut pengamatan saya, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional sudah pasti akan naik menjelang hari raya,' termasuk dalam kategori fakta.

Voulez-vous vraiment quitter la page ?

En quittant la page, vous perdrez la progression du jeu.