Créer jeu
Télécharger
Obtenir Plan Académique
Partager le jeu
Présentation
Présentation

Akhlak terpuji I

Intégrez-le à votre plateforme

Vous pouvez intégrer le jeu dans un LMS compatible avec LTI 1.1 ou LTI 1.3 comme Canvas, Moodle ou Blackboard. Les scores seront ainsi automatiquement enregistrés dans le carnet de notes de la plateforme.
Télécharger
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Google Classroom avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Google Classroom, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Microsoft Teams avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Microsoft Teams, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Le téléchargement du jeu est une fonctionnalité exclusive pour les utilisateurs avec un Plan Académique ou un Plan Commercial.

Obtenez votre Plan Académique ou Plan Commercial dès maintenant et commencez à intégrer vos jeux dans votre LMS, votre site Web ou votre blog.

Si vous le souhaitez, vous pouvez télécharger une jeu de test ici et tester son intégration:

Akhlak terpuji I

Présentation

Parties jouées 7

À propos de cette activité

Materi Akidah Akhlak Kelas 6 MI Al Falah Tarutung

Créé par

Indonesia

Téléchargez la version pour jouer sur papier

Créez votre propre jeu gratuite à partir de notre créateur de jeu
Affrontez vos amis pour voir qui obtient le meilleur score dans ce jeu

Top Jeux

%
Anonyme
Anonyme
%
%
%
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez imprimer avec votre Plan actuel.

Pour imprimer autant de jeux que vous le souhaitez, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Imprimez votre jeu
Akhlak terpuji I
 

Akhlak terpuji IVersion en ligne

Materi Akidah Akhlak Kelas 6 MI Al Falah Tarutung

par Johnenriko
1

1. Pemaaf

Pemaaf berarti orang yang rela memberi maaf kepada orang lain, sikap pemaaf berarti sikap

suka memaafkan kesalahan orang lain tanpa sedikitpun ada rasa benci dan keinginan untuk

membalasnya.

Di dalam bergaul setiap hari, disengaja ataupun tidak disengaja pasti kita pernah berbuat salah

bahkan mungkin hingga menyakiti sesama. Maka sebagai orang yang beriman dan memiliki etika,

moral dam akhlak kita harus mampu menjadi orang pemaaf kepada sesama, sebab sifat pemaaf ini juga merupakan salah satu perintah Allah Swt. dalam surah al-A’raf (7): 199

خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ

Artinya : Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.


Di antara hikmah yang dapat dirasakan dari sikap pemaaf di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Seorang pemaaf akan mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari orang yang dimaafkan. Orang yang dimaafkan merasa mendapatkan perhatian dan penghormatan dengan dimaafkannya apa yang

telah dilakukan, sehingga dia akan memberikan balasan yang lebih baik dari sikap maaf yang

diterima

2. Orang yang pemaaf akan memperkuat tali silaturrahim dengan orang lain, termasuk orang yang dimaafkan.

3. Sikap pemaaf menunjukkan seseorang tersebut bertakwa. Artinya, orang yang tidak memiliki sikap pemaaf berarti dia tidak disebut bertakwa dalam arti yang sebenarnya.

2

2. Tanggung jawab

Tanggung jawab adalah kesadaran diri manusia terhadap tingkah laku dan perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti

berbuat sesuatu sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Tanggung jawab

sangat erat kaitannya dengan kewajiban.

Tanggung jawab merupakan perwujudan dari sifat amanah, artinya dapat dipercaya,

sehingga tanggung jawab bersifat kodrati, dan sudah menjadi bagian hidup manusia bahwa

setiap manusia dibebani dengan tangung jawab. Tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dilakukan sebagai akibat dari perbuatan yang dilakukan.

Sikap tanggung jawab

harus dibiasakan setiap hari dengan cara:

a. selalu ingat kepada Allah bahwa segala perbuatan yang dilakukan di dunia akan dimintai pertanggung jawaban.

b. menyadari betapa beratnya amanah yang diberikan kepada manusia.

c. menyadari akibat buruk yang timbul dari sikap tidak bertanggung jawab.

d. berani mengakui kekurangan sendiri.

e. siap menerima risiko apapun dari kesalahan yang dilakukan.

Ada beberapa dasar dalam agama yang menjelaskan tentang tanggung jawab sebagai

hamba Allah Swt. di dunia ini.


كُلُّ نَفْسٍ ۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ

Artinya: Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,

(QS. AlMudatsir. [74]: 38)


Ada beberapa manfaat atau hikmah dari perbuatan kita selama di dunia ini jika kita memiliki

rasa tanggung jawab yang tinggi, yaitu:

1. Dipercaya orang lain. Semakin bertanggung jawab seseorang, maka semakin banyak manusia

percaya pada dirinya. Sebaliknya semakin manusia lari dari tanggung jawab orang lain tidak

percaya kepada dirinya.

2. Menjadi manusia yang berguna. Dengan tanggung jawab, banyak manusia percaya kepada dirinya.

Dan semakin banyak orang percaya maka semakin bermanfaat dirinya kepada orang lain.

3. Memperoleh pahala dari Allah Swt.

3

3. Adil

Adil berasal dari bahasa Arab yang berarti berada di tengah-tengah, jujur, lurus, dan tulus. Menurut istilah adil adalah meletakkan segala urusan pada tempat yang

sebenarnya tanpa ada aniaya. Adil berarti seimbang atau tidak memihak dan memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya tanpa ada pengurangan.

Dengan demikian, orang yang adil selalu bersikap tidak memihak pada siapapun kecuali kepada kebenaran. Bukan berpihak karena pertemanan, keluarga, saudara,

persamaan suku, bangsa maupun agama. Sikap adil ini adalah bagian dari akhlakul karimah dan merupakan perintah Allah Swt. kepada kita. Berbuat adil adalah sebaikbaik takwa.

Allah Swt. berfirman dalam al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 8

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan

karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah

kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Maidah [5]: 8)


Seseorang yang bersikap adil akan mendapatkan manfaat yang amat besar dalam kehidupannya

dan bisa menyelamatkan kehidupan akhiratnya. Beberapa manfaat bersikap adil diantaranya:

1. mendatangkan ridha Allah Swt.

2. memperoleh keberkahan hidup.

3. mendapatkan kebahagiaan batin.

4. disenangi banyak orang.

5. mendapatkan kesejahteraan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

6. terwujudnya masyarakat yang tentram, aman dan damai

4

4. Bijaksana

Bijaksana artinya selalu menggunakan akal budinya dengan berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya, bisa juga berarti cermat dan teliti serta berhati-hati. Sikap bijaksana adalah sikap tepat dalam menyikapi setiap keadaan dan peristiwa serta persoalan yang ada sehingga memancarlah keadilan, ketawadhuan dan kebeningan hati serta menyelesaikannya berdasarkan kebenaran dan tidak hanya mengikuti keinginan hawa nafsu saja. 

Umat Islam diperintahkan oleh Allah Swt. agar bersifat bijaksana. Artinya ketika hendak melakukan sesuatu dipikirkan terlebih dahulu dengan cermat agar tidak terjerumus kepada kesalahan. 

Secara umum untuk menjadi seorang yang bijaksana adalah dengan cara menjauhi akhlak buruk yang ada, namun ada beberapa cara untuk menjadi orang yang bijaksana, diantaranya:

1. tidak emosional atau mudah marah

2. tidak egois yang berarti hanya menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri

3. memiliki kasih sayang terhadap sesama

4. selalu berupaya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

p kita telah diperintahkan agar supaya bersikap bijaksana dalam kehidupan ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam al-Qur’an surah an-Nahl ayat 125:

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl [16]: 125) 

Orang yang memiliki sikap bijaksana, akan memperoleh manfaat yang banyak sekali, diantaranya:

1. dapat terlaksana suatu aturan, karena orang yang bijaksana selalu berbuat sesuai aturan, sehingga terwujud keselarasan hidup bagi masyarakat.

2. dapat mewujudkan sikap disiplin.

3. dapat menegakan sesuatu yang hak (benar) karena perilaku bijaksana akan menimbulkan kebaikan dan kebaikan akan menghasilkan kebenaran. 4. dapat melaksanakan kewajiban, karena orang yang bijaksana selalu mengutamakan pelaksanaan kewajiban.

5. dapat mewujudkan sikap adil, karena orang yang bijaksana secara otomatis bersikap adil.

Voulez-vous vraiment quitter la page ?

En quittant la page, vous perdrez la progression du jeu.