Créer jeu
Télécharger
Obtenir Plan Académique
Partager le jeu
Intégrez-le à votre plateforme

Vous pouvez intégrer le jeu dans un LMS compatible avec LTI 1.1 ou LTI 1.3 comme Canvas, Moodle ou Blackboard. Les scores seront ainsi automatiquement enregistrés dans le carnet de notes de la plateforme.
Télécharger
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Google Classroom avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Google Classroom, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Microsoft Teams avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Microsoft Teams, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Le téléchargement du jeu est une fonctionnalité exclusive pour les utilisateurs avec un Plan Académique ou un Plan Commercial.

Obtenez votre Plan Académique ou Plan Commercial dès maintenant et commencez à intégrer vos jeux dans votre LMS, votre site Web ou votre blog.

Si vous le souhaitez, vous pouvez télécharger une jeu de test ici et tester son intégration:

Kuis Ka Koding: Algoritma & Literasi Digital

Oui ou Non

(11)
Parties jouées 1007 %Précision 63 Temps moyen 06:29

À propos de cette activité

Uji pemahaman tentang algoritma, berpikir komputasional, dan literasi digital.

Créé par

Indonesia

Téléchargez la version pour jouer sur papier

Créez votre propre jeu gratuite à partir de notre créateur de jeu
Affrontez vos amis pour voir qui obtient le meilleur score dans ce jeu

Top Jeux

%
Anonyme
Anonyme
%
%
%
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez imprimer avec votre Plan actuel.

Pour imprimer autant de jeux que vous le souhaitez, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Imprimez votre jeu
Kuis Ka Koding: Algoritma & Literasi Digital
 

Kuis Ka Koding: Algoritma & Literasi DigitalVersion en ligne

Uji pemahaman tentang algoritma, berpikir komputasional, dan literasi digital.

par Nana Widiastuti
1

Berpikir komputasional hanya relevan untuk programmer, tidak berguna di bidang lain.

2

Pseudocode tidak bisa membantu perancangan algoritma.

3

Literasi digital mencakup kemampuan mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara online.

4

Algoritma adalah urutan langkah-langkah terdefinisi untuk menyelesaikan masalah.

5

Dekomposisi masalah tidak diperlukan jika masalahnya kecil.

6

Pemilihan struktur data sederhana dapat meningkatkan efisiensi program.

7

Pseudocode adalah representasi tingkat tinggi dari algoritma yang mudah dibaca manusia.

8

Berpikir komputasional melibatkan dekomposisi masalah menjadi bagian-bagian kecil.

9

Fotokopi kode dari internet tanpa memahami isinya adalah bagian dari literasi digital.

10

Algoritma harus selalu ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu.

11

Mendaftar akun media sosial otomatis membuat seseorang memiliki literasi digital tinggi.

12

Keamanan siber tidak terkait dengan kebiasaan online sehari-hari kita.

13

Membaca konten dengan kritis membantu mencegah hoaks.

14

Privasi online tidak bisa ditingkatkan dengan mengatur izin aplikasi pada perangkat.

15

Keamanan siber pribadi mencakup penggunaan kata sandi yang kuat.

16

Literasi digital hanya diperlukan di lingkungan kerja dan sekolah.

17

Digital literacy meliputi kemampuan mengevaluasi sumber informasi online.

18

Membatasi jejak digital dengan pengaturan privasi penting untuk keamanan.

19

Menghafal alamat URL suatu situs saja cukup untuk memastikan informasi yang akurat.

20

Etika digital penting saat berbagi konten secara online.

21

Simbol Proses berfungsi untuk menunjukkan langkah perhitungan atau operasi.

22

Simbol Terminal biasanya berbentuk oval.

23

Simbol Input/Output selalu berwarna biru dalam semua standar.

24

Garis panah menunjukkan aliran eksekusi dalam flowchart.

25

Simbol Keputusan hanya memiliki dua cabang (ya/tidak) pada setiap diagram.

26

Simbol Proses selalu mengandung kata 'proses'.

27

Garis aliran harus selalu lurus tanpa belokan.

28

Simbol Terminal tidak boleh terhubung dengan simbol Keputusan.

29

Simbol Keputusan berbentuk belah diamond (rombus).

30

Simbol Input/Output digambarkan sebagai belah ketupat (paralelogram).

31

Berpikir komputasional melibatkan pemecahan masalah menjadi langkah-langkah logis.

32

Diagram alir hanya berguna untuk alur produksi cetak, bukan untuk desain digital.

33

Algoritma wajib menyalin persis langkah kerja tanpa filtrasi ide kreatif.

34

Pemrosesan gambar di desain tidak memerlukan pemecahan masalah terstruktur.

35

Deklarasikan masalah, rancang solusi, dan uji ulang merupakan bagian dari proses pemikiran komputasional.

36

Diagram alir bisa digunakan untuk memodelkan proses desain hingga produksi.

37

Berpikir komputasional hanya relevan untuk pemrograman komputer, tidak untuk desain grafis.

38

Semua keputusan desain dibuat tanpa iterasi atau uji coba.

39

Dalam desain grafis, langkah algoritmik bisa membantu membuat mockup lebih efisien.

40

Penggunaan pseudocode dapat membantu merencanakan urutan tugas pada proyek desain.

Voulez-vous vraiment quitter la page ?

En quittant la page, vous perdrez la progression du jeu.