Créer jeu
Télécharger
Obtenir Plan Académique
Partager le jeu
Intégrez-le à votre plateforme

Vous pouvez intégrer le jeu dans un LMS compatible avec LTI 1.1 ou LTI 1.3 comme Canvas, Moodle ou Blackboard. Les scores seront ainsi automatiquement enregistrés dans le carnet de notes de la plateforme.
Télécharger
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Google Classroom avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Google Classroom, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez intégrer à Microsoft Teams avec votre Plan actuel.

Pour intégrer autant de jeux que vous le souhaitez dans Microsoft Teams, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Le téléchargement du jeu est une fonctionnalité exclusive pour les utilisateurs avec un Plan Académique ou un Plan Commercial.

Obtenez votre Plan Académique ou Plan Commercial dès maintenant et commencez à intégrer vos jeux dans votre LMS, votre site Web ou votre blog.

Si vous le souhaitez, vous pouvez télécharger une jeu de test ici et tester son intégration:

BAB 7 - PERUBAHAN DAN AMANDEMEN KONSTITUSI

Présentation

Parties jouées 0

À propos de cette activité

Mari kita belajar bersama!

Créé par

Indonesia

Téléchargez la version pour jouer sur papier

Créez votre propre jeu gratuite à partir de notre créateur de jeu
Affrontez vos amis pour voir qui obtient le meilleur score dans ce jeu

Top Jeux

%
Anonyme
Anonyme
%
%
%
Vous avez dépassé le nombre maximum de jeux que vous pouvez imprimer avec votre Plan actuel.

Pour imprimer autant de jeux que vous le souhaitez, vous avez besoin d’un Plan Académique ou un Plan Commerciel.

Imprimez votre jeu
BAB 7 - PERUBAHAN DAN AMANDEMEN KONSTITUSI
 

BAB 7 - PERUBAHAN DAN AMANDEMEN KONSTITUSIVersion en ligne

Mari kita belajar bersama!

par Anisahh Eka Widiarti30
1

PERUBAHAN DAN AMANDEMEN KONSTITUSI

Hari ini kita akan belajar materi tentang perubahan dan amandemen konstitusi

2

RPS - Rencana Pembelajaran Semester

Sub-CPMK 7:

Mahasiswa mampu menguraikan perubahan dan amandemen konstitusi 

3

RPS - Rencana Pembelajaran Semester

Sub-CPMK 7:

Mahasiswa mampu menguraikan perubahan dan amandemen konstitusi.

4

RPS - Rencana Pembelajaran Semester

Sub-CPMK 7:

Mahasiswa mampu menguraikan perubahan dan amandemen konstitusi.

5

VIDEO PEMBELAJARAN

QR
6

AMANDEMEN: PENGERTIAN, PROSEDUR, DAN TUJUAN

Pengertian Amandemen

Apa amandemen itu?

Secara bahasa, amandemen merupakan perubahan terhadap suatu ketentuan atau peraturan yang sifatnya perbaikan atau penambahan.

7

AMANDEMEN: PENGERTIAN, PROSEDUR, DAN TUJUAN

PROSEDUR AMANDEMEN

Prosedur amandemen terdapat pada pasal 37 UUD NRI 1945, yaitu sebagai berikut

  • Usulan perubahan pasal UUD diagendakan dalam sidang MPR apabila diajukan sekurang-kuranngya dari 1/3 dari jumlah anggota MPR.
  • Setiap usul perubahan pasal-pasal UUD diajukan secara tertulis dan ditujukan dengan jelas bagian yang diusulkan beserta alasannya.
  • Untuk mengubah pasal UUD, sidang MPR dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 2/3 dari jumlah MPR.
  • Putusan untuk mengubah pasal-pasal UUD dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya 50% ditambah 1 anggota dari seluruh anggota MPR.
  • Khusus mengenai bentuk negara Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan.
8

AMANDEMEN: PENGERTIAN, PROSEDUR, DAN TUJUAN

PROSEDUR AMANDEMEN


  • Amandemen UUD Negara Republik Indonesia tidak berlaku pada pembukaan UUD NRI 1945, karena pembukaan UUD NRI 1945 memuat cita hukum (rechtsidee) dan Pancasila sebagai dasar filosofis (staatsfundamentalnorm) negara.
9

SEJARAH PERUBAHAN UUD 1945

SEJARAH AMANDEMEN

  • Sejarah perubahan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 secara fundamental dimulai setelah berakhirnya era Orde Baru pada tahun 1998
  • Hal ini didorong oleh semangat Reformasi untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih demokratis dan konstitusional\
  • Amandemen UUD NRI 1945 dilakukan sebanyak 4 kali perubahan
10

SEJARAH PERUBAHAN UUD 1945

SEJARAH AMANDEMEN

  • Amandemen dilakukan sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002.
  • Amandemen pertama tahun 1999 berfokus pada pembatasan kekuasaan presiden.
  • Amandemen kedua tahun 2000 berfokus pada perubahan aturan yang berkaitan dengan HAM dan otonomi daerah.
  • Amandemen ketiga pada tahun 2001 berfokus pada perubahan aturan yang berkaitan wewenang, lembaga, dan pemilihan ketatanegaraan.
  • Amandemen keempat tahun 2002 berfokus pada melengkapi konstitusi, terutama terkait hak asasi manusia dan lembaga-lembaga negara 
11

DAMPAK AMANDEMEN TERHADAP SISTEM PEMERINTAHAN

DAMPAK AMANDEMEN TERHADAP SISTEM PEMERINTAHAN

(Hadji, dkk, 2024)

  • Sistem yang awalnya presidensial berubah menjadi system bicameral dengan pembagian kekuasaan yang merata
  • Mengubah system hukum Indonesia dari yang semula membagi kekuasaan berdasarkan lembaga negara menjadi membagi kekuasaan berdasarkan fungsi/unsur kekuasaan negara, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif
  • Mengubah tata negara Indonesia. Fokus pembagian kekuasaan digeser, dari antar lembaga negara menjadi antar unsur pemegang kekuasaan negara (seperti eksekutif, legislatif, dan yudikatif).
  • Sistem perencanaan pembangunan nasional Indonesia diubah yang awalnya didasari antar lembaga negara, kini diubah menjadi didasari antar unsur pemegang kekuasaan negara
  • Pembagian kekuasaan yang diterapkan beralih fokus, dari antar lembaga negara menjadi antar unsur pemegang kekuasaan negara
12

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN AMANDEMEN KONSTITUSI DI INDONESIA

KELEBIHAN AMANDEMEN KONSTITUSI DI INDONESIA

  • Terwujudnya demokrasi konstitusional yang lebih matang dengan diterapkannya prinsip checks and balances yang efektif antar-lembaga negara.
  • Menghapuskan sentralisasi kekuasaan pada eksekutif.
  • Adanya jaminan Hak Asasi Manusia (HAM) yang lebih komprehensif.
  • Melahirkan lembaga-lembaga baru yang esensial.
13

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN AMANDEMEN KONSTITUSI DI INDONESIA

KEKURANGAN AMANDEMEN KONSTITUSI DI INDONESIA

  • Proses perubahan yang dilakukan secara cepat dan masif dalam waktu singkat, sehingga dikhawatirkan kurang komprehensif.
  • Menimbulkan ketidakjelasan hubungan antar-lembaga di beberapa sektor (terutama antara DPD, DPR, dan MPR).
  • Beresiko menciptakan pasal-pasal yang multi-tafsir dan memerlukan interpretasi berulang oleh MK.
14

TERIMA KASIH

Terima kasih!

Sampai berjuma di pertemuan selanjutnya!

Voulez-vous vraiment quitter la page ?

En quittant la page, vous perdrez la progression du jeu.