Icon Créer jeu Créer jeu

Kerajaan Pajajaran (Sunda)

Présentation

Sejarah Kerajaan Sunda Pajajaran

Téléchargez la version pour jouer sur papier

0 fois fait

Créé par

Indonesia

Top 10 résultats

Il n'y a toujours pas de résultats pour ce jeu. Soyez le premier à apparaître dans le classement! pour vous identifier.
Créez votre propre jeu gratuite à partir de notre créateur de jeu
Affrontez vos amis pour voir qui obtient le meilleur score dans ce jeu

Top Jeux

  1. temps
    but
  1. temps
    but
temps
but
temps
but
 
game-icon

Kerajaan Pajajaran (Sunda)Version en ligne

Sejarah Kerajaan Sunda Pajajaran

par Muhammad Adam Hussein, SPd., Gr., MQHi
1

Kerajaan Pajajaran (Sunda)

2

Lokasi dan Ibu Kota

Pakuan Pajajaran atau Pakuan (Pakwan) atau Pajajaran adalah pusat pemerintah Kerajaan Sunda, sebuah kerajaan yang selama beberapa abad (abad VII-XVI) pernah berdiri di wilayah barat Pulau Jawa, meliputi Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah sekarang. Kerajaan ini bahkan pernah menguasai wilayah bagian selatan Pulau Sumatra. Lokasi Pakuan Pajajaran berada di wilayah Bogor, Jawa Barat sekarang.

 

Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibu kotanya sehingga Kerajaan Sunda sering disebut Kerajaan Pajajaran. Kerajaan ini bercorak Hindu dan Buddha. Sekitar abad XIV, diketahui kerajaan ini telah beribu kota di Pakuan Pajajaran serta memiliki dua kawasan pelabuhan utama di Sunda Kalapa dan Banten (Banten Girang). 

3

Asal-usul dan Tokoh Penting

Menurut Carita Parahyangan, Kerajaan Sunda didirikan oleh Tarusbawa pada tahun 669 (591 Saka). Sebelum berdiri sebagai kerajaan yang mandiri, Sunda merupakan bawahan Tarumanagara. Raja Tarumanagara yang terakhir, Sri Maharaja Linggawarman (memerintah 666-669 M), memiliki dua anak, semuanya perempuan. Dewi Manasih, putri sulungnya, menikah dengan Tarusbawa dari Sunda (kerajaan bawahan Tarumanagara), sedangkan yang kedua, Sobakancana, menikah dengan Dapunta Hyang Sri Janayasa, pendiri Kerajaan Sriwijaya. Setelah Linggarwarman meninggal, kekuasaan Tarumanagara turun kepada menantunya, Tarusbawa. Hal ini menyebabkan penguasa Galuh, juga kerajaan bawahan Tarumanagara, bernama Wretikandayun (612-702) memberontak, melepaskan diri dari Tarumanagara serta mendirikan Kerajaan Galuh yang mandiri. Tarusbawa juga menginginkan melanjutkan Kerajaan Tarumanagara, dan selanjutnya memindahkan pusat kekuasaan ke Sunda, di hulu Sungai Cipakancilan, tempat Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane berdekatan dan berjajar, dekat Bogor saat ini, sedangkan Tarumanagara merupakan kerajaan bawahannya. Sunda dan Galuh ini berbatasan, dengan batas kerajaan adalah Sungai Citarum (Sunda di sebelah barat, Galuh di sebelah timur). 


4

Pemerintahan dan Struktur

Kerajaan memiliki struktur terpusat di bawah raja, dengan adat istiadat, punggawa, dan pejabat kerajaan yang mengatur militer, hukum, serta perpajakan.

5

Ekonomi dan Perdagangan

Ekonomi didorong perdagangan laut dan darat, ekspor rempah, kayu, serta logam. Hubungan dengan Cina, Gujarat, dan wilayah Asia Tenggara terjalin erat.

6

Budaya dan Agama

Budaya campuran Hindu-Buddha, dengan upacara keagamaan, sastra tradisional, serta simbol-simbol kerajaan seperti arca dan prasasti sebagai bukti kejayaan.

7

Seni dan Arsitektur

Arsitektur dan seni suku Sunda menampilkan candi, situs pesona alam, serta kesenian regional yang menonjolkan identitas Sunda kuno.

8

Konflik dan Akhir

Pada akhir abad ke-16, Pajajaran menghadapi tekanan dari Kesultanan Banten dan aliansinya, mengakhiri era kejayaan dan membuka babak baru di Jawa Barat.

9

Warisan dan Legenda

Warisan Pajajaran hidup melalui bahasa, tradisi, legenda Raden Gunung Sari, dan peninggalan budaya yang masih dikenali dalam budaya Sunda kontemporer.